IHSG diperkirakan akan berfluktuasi menjelang keputusan suku bunga The Fed dan BI, namun sejumlah saham masih layak dikoleksi. 

IHSG diperkirakan akan naik-turun menjelang keputusan suku bunga The Fed dan BI.  Namun, beberapa saham bisa jadi layak untuk dikoleksi.

Bisnis.cam - Pada periode 6-10 Maret 2023, IHSG ditutup melemah 0,71% menjadi 6.765,30, lebih rendah dari pekan sebelumnya. 

Phintraco Sekuritas mencerminkan sentimen negatif terkait ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan yang lebih agresif pada Maret 2023 oleh The Fed maupun Bank Indonesia. 

Pergerakan IHSG dalam tiga hari perdagangan terakhir mengindikasikan bahwa IHSG masih akan berfluktuasi untuk beberapa waktu kedepan, termasuk pada perdagangan hari ini. Saham defensif masih menjadi top picks Phintraco Sekuritas, termasuk TLKM, EXCL, SIDO, CMRY, IMAS, dan JSMR. Potensi rebound pada ANTM, HRUM, dan INCO juga dapat diperhatikan.

Pakar keuangan Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengembangkan pelaku pasar akan mencermati data tenaga kerja AS seperti non-farm payrolls dan angka respons pada Februari 2023. 

Jika data tenaga kerja dan inflasi AS pekan ini mulai mereda, maka akan berdampak positif bagi pasar ekuitas. Namun, kebijakan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini diproyeksikan berdampak negatif terhadap pasar ekuitas. 

Pekan ini, BI diproyeksikan mempertahankan suku bunga pada level 5,75%. Terdapat potensi angin segar yang menopang IHSG minggu ini, yaitu RUPS tahun bank kakap BBRI, BBNI, BBCA, dan BMRI.

Untuk itu, Ajaib Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, AMRT, dan CMRY untuk dibeli. Saham BBRI dapat dibeli di area Rp4.820 dengan target harga pada resistance di level Rp4.950 serta mempertimbangkan cut loss apabila support di level harga Rp4.700 tembus. 

Saham AMRT dapat dibeli di area Rp2.810 dengan target harga pada resistance di level Rp2.960 serta mempertimbangkan cut loss apabila support di level harga Rp2.750 tembus. Saham CMRY dapat dibeli di area Rp4.450 dengan target harga pada resistance di level Rp4.620 serta mempertimbangkan cut loss apabila support di level harga Rp4.300 tembus.

Sumber: Bisnis.com