Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Usaha Laundry, Mengenal Jenis, Keuntungan dan Cara Memulainya Cocok bagi Pemula

Usaha Laundry


Bisnis.cam - Banyak orang bingung saat akan memulai usaha. Ada yang bingung memilih antara kuliner, barbershop atau laundry.

Diakui atau tidak, tiga bisnis itu kerap jadi pertimbangan paling sering muncul saat mau memulai sebuah bisnis. Kuliber, barbershop dan laundry.

Memilih usaha kuliner memang cukup bagus, sayangnya bisnis ini bukanlah bisnis yang bisa ditinggal untuk segera autopilot. Kehadiran owner di outlet masih sangat dibutuhkan di awal. Pun tidak mudah menciptakan sistem pada bisnis ini.

Usaha barbershop, rupanya usaha cukur rambut itu tidak sederhana. Bisnis potong rambut sangat bergantung pada seorang kapster. Masalahnya, tak jarang terjadi dalam bisnis barbershop ada kasus pembajakan kapster dengan iming-iming gaji dan bagi hasil yang lebih besar.

Pilihan jatuh pada usaha laundry. Tapi, bagaimana cara memulainya? Bagaimana cara mencucinya? Bagaimana cara treatment pakaian dll?

Sykurlah, sekarang ada sebuah sistem laundry self service yang sedang naik daun. Sistem dimana pelanggan bisa mencuci sendiri pakaian mereka. Pengelola tidak wajib paham betul soal cara mencuci, cara setrika dan cara treatment.

Jika Anda tertarik untuk membuka usaha laundry, Anda harus memahami terlebih dahulu jenis-jenis dan cara membuka usahanya.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan menjalankan bisnis laundry serta tips dan trik mengelola bisnis laundry.

Beberapa Jenis-Jenis Usaha Laundry


Ada banyak jenis laundry di luar sana. Jenis ini bergantung pada jumlah modal yang dikeluarkan dan bervariasi dari perusahaan kecil dan menengah hingga perusahaan besar.

1. Laundry Kiloan

Kilogram laundry termasuk dalam UKM. Dengan biaya dua atau tiga mesin cuci, Anda sudah bisa memulai bisnis laundry sekilo.

Tarif pencucian dan penyetrikaan dihitung berdasarkan total kilogram cucian yang disediakan oleh pelanggan.

Sebelumnya, Anda harus menentukan berapa tarif per kilogram. Tersedia laundry kiloan di dekat perumahan, kampus dan kos-kosan..

2. Laundry Retail

Bisnis laundry yang berbentuk retail biasanya lebih serius dalam hal kebersihan pakaian. Serius, dalam hal ini laundry ini memiliki kemampuan untuk membersihkan pakaian yang membutuhkan penanganan khusus.

Laundry eceran cenderung memiliki berat lebih dari cucian dalam kilo dan menawarkan layanan dry cleaning.

Dalam kasus noda yang sulit dibersihkan pada kain, laundry tersebut dapat memberikan solusi dengan keahlian dan peralatan khusus.

Laundry ritel sering kali memiliki banyak lokasi di beberapa kota, atau bahkan sebagai waralaba.

3. Laundry Industri

Jenis usaha ini melakukan kegiatan laundry dalam jumlah besar. Siapa kliennya? Tentu saja, itu adalah perusahaan besar seperti industri, hotel, rumah sakit, dll.

Ada banyak bisnis atau industri besar yang tidak memiliki laundry sendiri, atau memiliki divisi dalam perusahaannya yang menangani laundry secara eksklusif. Mereka cenderung mengandalkan pemasok luar untuk melakukannya.

4. Laundry Koin

Untuk itu, Anda membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk menyediakan mesin cuci dalam jumlah banyak.

Namun sisi baiknya, Anda juga bisa menjual berbagai kebutuhan laundry seperti detergen, pewangi, tas laundry, dan lainnya.

Konsep mesin cuci yang dioperasikan dengan koin yaitu swalayan. Artinya, pelanggan mencuci pakaiannya sendiri di mesin cuci yang Anda sediakan. Mereka membutuhkan koin untuk menjalankan mesin cuci.

Keuntungan dari mesin cuci yang dioperasikan dengan koin adalah Anda tidak perlu menyewa banyak orang untuk mencuci. Anda hanya perlu menyewa petugas servis untuk melakukan perawatan mesin cuci secara rutin.

Cara Membuka Usaha Laundry Anda


Setelah Anda memahami berbagai jenis laundry, Anda bisa memikirkan bisnis laundry seperti apa yang ingin Anda mulai. Tentu saja, jumlah dana juga harus diperhatikan.

Namun apa pun jenis bisnis yang ingin Anda mulai, tentu ada banyak langkah yang harus Anda lalui untuk memulainya. Inilah cara memulai usaha laundry.

1. Buat Logo dan Nama Laundry Anda

Hal paling menyenangkan dalam memulai bisnis adalah memilih nama dan membuat logo. Pastikan nama laundry Anda unik dan mudah diingat.

Nama juga harus menggambarkan bisnis Anda sehingga pelanggan dapat mengaitkannya dengan jenis bisnis Anda. Demikian juga, logo harus menggambarkan jenis bisnis Anda.

2. Buat Perencaan Usaha Laundry Anda

Buat rencana bisnis yang jelas mulai dari awal. Putuskan peralatan mana yang ingin Anda beli atau sewa.

Menghitung perkiraan biaya operasional kemudian menentukan tarif jasa laundry. Susun juga strategi pemasaran untuk usaha laundry Anda.

3. Tentukan Lokasi Yang Tepat Usaha Laundry Anda

Penentuan lokasi sangat penting. Pastikan bisnis Anda dekat dengan mereka yang benar-benar membutuhkannya dan memiliki sumber air yang baik.

Orang cenderung mencari laundry yang lebih dekat dengan tempatnya karena ada laundry yang harus ditangani setiap minggunya.

Namun, Anda juga dapat mengatasi masalah lokasi dengan menawarkan layanan antar-jemput laundry ke depan pintu pelanggan Anda.

4. Membeli Peralatan Yang Sesuai Anda Butuhkan

Laundry merupakan industri yang membutuhkan banyak peralatan dan perlengkapan. Selain mesin cuci dan setrika, Anda juga membutuhkan deterjen dan pewangi.

Jika Anda menawarkan layanan dry cleaning, Anda juga memerlukan peralatan khusus. Peralatan lain yang Anda perlukan termasuk timbangan, keranjang cucian, pembungkus cucian plastik, tagihan, dan banyak lagi.

5. Daftarkan Usaha Laundry Anda

Ini adalah tahap yang paling penting. Jangan sampai tempat usaha Anda menjadi usaha ilegal dan terjerat masalah hukum di kemudian hari.

Menyerahkan beberapa izin usaha kepada instansi terkait. Izin usaha berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan SITU (Surat Izin Tempat Usaha).

Anda juga perlu membuat pernyataan bahwa bisnis Anda tidak akan mengganggu lingkungan sekitar. Ini diperlukan jika bisnis Anda terletak di dekat tempat tinggal.

Jika Anda memiliki bisnis laundry besar, seperti laundry industri, Anda juga perlu mengajukan izin pengolahan air limbah.

6. Lakukan Promosi Laundry Anda

Setelah semua langkah dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi pemasaran yang Anda rencanakan. Saat menjalankan promosi, Anda bisa mengevaluasi metode pemasaran mana yang cocok untuk mempromosikan bisnis Anda.

Keuntungan dan Kekurangan Usaha Laundry


Mengetahui keuntungan dan kerugian bisnis laundry juga dapat membantu Anda mempertimbangkan apakah akan membuka usaha ini.
  • Berikut ini keuntungan usaha laundry:
Permintaan tinggi. Setiap orang perlu mencuci pakaiannya, sehingga ada permintaan yang konsisten untuk layanan ini.
Biaya awal yang rendah. Anda mungkin dapat memulai bisnis laundry kecil hanya dengan beberapa mesin cuci dan pengering, dan Anda berpotensi menjalankan bisnis dari rumah Anda sendiri.
Jam fleksibel. Anda dapat memutuskan berapa jam Anda ingin bekerja dan kapan Anda ingin bekerja, tergantung pada kebutuhan bisnis Anda.
  • Ada pun sejumlah kerugian usaha laundy, yakni sebagai berikut:
Persaingan. Bergantung pada area tempat Anda memulai bisnis, Anda mungkin menghadapi persaingan dari laundry lain atau layanan dry cleaning.
Padat karya. Bisnis laundry membutuhkan banyak tenaga fisik, karena Anda perlu menyortir, mencuci, mengeringkan, dan melipat pakaian.
Margin keuntungan rendah. Bisnis laundry seringkali memiliki margin keuntungan yang rendah karena biaya tenaga kerja, air, dan listrik bisa tinggi.

Tips Buat Anda dalam Menjalankan Usaha Laundry

Agar Usaha laundry Anda berjalan dan awet dimana persaingan antar usaha laundry, Anda harus bisa memberikan pelayanan dan penawaran yang unik.

Berikut Tips dalam menjalankan usaha laundry agar berhasil:

1. Layanan antar-jemput

Membawa tumpukan cucian memang melelahkan. Anda dapat menawarkan layanan penjemputan, sehingga pelanggan dapat dengan mudah mengantarkan cucian mereka di depan pintu mereka.

2. Pilih lokasi yang strategis

Pilih lokasi di mana layanan laundry sangat diminati. Orang sibuk sering mengandalkan orang luar untuk mencuci pakaian.

3. Memberikan harga yang kompetitif

Mulailah dengan mengamati pesaing Anda di sekitar tempat usaha. Tawarkan harga yang kompetitif, yang tentu saja masih menutupi biaya operasional dan menangkap margin keuntungan.

4. Buat promosi khusus

Contoh diskon laundry hingga jumlah tertentu atau kupon per transaksi. Itu juga dapat menawarkan langganan bulanan dengan tarif tetap.

5. Usahakan untuk tepat waktu

Jangan membuat pelanggan Anda menunggu terlalu lama. Jika Anda masih menangani semua pakaian dalam usaha Anda, apa yang akan mereka kenakan?

6. Pemeliharaan peralatan secara teratur

Jangan menunggu mesin cuci Anda rusak. Buat jadwal layanan reguler. Ini juga untuk menghindari kerugian, karena mengganti perangkat baru jauh lebih mahal daripada memperbaikinya.

Bisnis laundry dapat berjalan apabila kita selalu untuk belajar, terutama bagi para pemula yang ingin memulai dunia usaha laundry. Bagaimana, tertarik untuk bisnisnya?