Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Tahap Dalam Menjalankan Bisnis Kue Kering di Bulan Ramadhan Mendatangkan Cuan!



Bisnis kue kering bisa menjadi ide bisnis yang menjanjikan. Apalagi jika Anda hobi dalam memanggang.

Kue kering seringkali menjadi versi "lanjutan" dari makanan ringan yang ada. Pasalnya, membuat kue kering membutuhkan keahlian khusus, kesabaran dan ketelitian.

Pembuatan kue membutuhkan waktu yang cukup lama karena dibuat satu per satu. Belum lagi jika model dekoratif pada kuenya yang cukup rumit.

Itu sebabnya kue kering dapat dianggap sebagai versi premium dari jenis makanan ringan yang ada. Permintaan pasar akan kue kering juga meningkat hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Dari sini kita beralih ke peluang bisnis kue kering. Selain soal rasa, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk menghidangkan atau memberikan kue kering pada hari-hari spesial tertentu.

Biasanya, penjualan kue kering meningkat saat Ramadan dan Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru. Tak hanya itu, kue-kue juga sering disajikan untuk para tamu di hari kerja.

Melihat peluang bisnis kue kering yang menjanjikan, artikel ini akan membahas Jika Anda berencana untuk menjual kue kering selama Ramadhan, Berikut adalah 6 langkah yang perlu Anda ikuti untuk membuat bisnis Anda lebih sukses.

1. Tentukan Jenis Usaha Kue Kering

Anda perlu memutuskan terlebih dahulu jenis kue kering apa yang ingin dijual, karena seperti yang sudah disebutkan di atas, ada berbagai macam kue kering khas lebaran.

Nah, pemilihan kue kering bisa disesuaikan dengan kemampuan Anda dalam membuat atau mencetak kue.

Namun, jika Anda memutuskan untuk menjadi reseller saja, Anda bisa mencoba mencari tahu apa yang sedang tren di kue-kue yang menjadi favorit masyarakat.

Jangan lupa, riset soal harganya agar Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan darinya.

2. Inovasi dalam Bisnis kue kering itu penting

Pernah ingat ada kue kering lidah kucing bermotif pelangi?

Ya, motif ini muncul karena ada kegemaran kue pelangi saat itu.

Kue-kue juga laris manis di pasaran karena orang pasti tertarik dan penasaran dengan penampilannya. Anda bisa mencoba berinovasi dengan kue-kue yang dijual. Misalnya Anda ingin menjual keju susu sus. Jadi mengapa tidak menukar keju dengan teh hijau sebagai isian?

Atau mungkin Anda berpikir untuk menjual nastar karena kue-kue ini laris manis setiap tahunnya.
Cobalah dan tambahkan isian berbeda ke nastar Anda seperti cokelat, keju, atau kacang. Buat bentuk dengan cara tidak bulat seperti kebanyakan nastar. 

Anda bisa mencoba bentuk hati, bentuk daun, atau membuatnya berwarna-warni. Seperti yang Anda tahu, nastar biasanya berisi nanas.

3. Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Umur simpan merupakan hal yang penting untuk diketahui oleh konsumen, sehingga hal ini harus menjadi permasalahan.

Sebagai seorang kue kering chef, Anda perlu mengetahui kapan batas konsumsi akhir dari kue kering tersebut.

Pastikan label tercetak pada kotak kue atau wadah tempat Anda menjualnya.
Pastikan untuk menjual kue dengan jujur ​​selama Ramadan.

Hindari merugikan konsumen, karena selain bisa mengurangi insentif, produk Anda bisa saja dipertanyakan oleh konsumen lain.

4. Berjualan melalui toko online, kenapa tidak?

Padahal, tren baru di dunia digital menuntut para pelaku bisnis untuk lebih melek teknologi. Memiliki toko online sendiri bisa menjadi hal yang sangat menguntungkan mengingat banyaknya transaksi yang terjadi di marketplace setiap hari.

Jika Anda ingin berjualan melalui toko online Anda, fotolah kue-kue yang Anda jual, buatlah deskripsi produk yang menarik, pasarkan produk Anda dan jangan lupa untuk selalu aktif karena pembeli bisa datang kapan saja.

5. Selain menggunakan media sosial, mengandalkan dari mulut ke mulut

Jangan lupa optimalkan penggunaan sosial media Anda untuk mempromosikan aneka kue kering yang Anda jual.

Tawarkan promosi menarik, seperti 15 pembeli pertama dalam periode tertentu berhak mendapatkan 1 toples kue gratis.

Di sisi lain, Anda juga perlu mengandalkan kekuatan word of mouth agar kue kering Anda lebih dikenal oleh pelanggan lain.

Anda bisa memulainya dengan menawarkan kue tersebut ke tetangga terdekat. Jika mereka menyukainya, minta mereka untuk menawarkannya kepada teman mereka yang lain.

Bersiaplah, bisnis Anda akan muncul!

6. Siapkan tempat dan peralatan memanggang

Menjalankan bisnis kue kering membutuhkan beberapa jenis peralatan. Ada oven, loyang, printer, rolling pin, dan lainnya.

Selain peralatan, diperlukan ruangan tersendiri yang cukup luas untuk pembuatan kue kering.

Jika Anda memulai bisnis rumahan, usahakan sedapat mungkin memisahkan area kerja kue kering dari dapur yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Anda butuh modal besar?

Untuk masalah pendanaan, sebenarnya tergantung dari jenis produk yang ingin dijual. Jika Anda berencana membuat kue sendiri, pertimbangkan biaya bahan, oven gas, listrik, stoples atau wadah, dll.

Namun, jika Anda ingin menjadi reseller, Anda tidak perlu pusing memikirkan hal-hal di atas.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah usaha yang Anda geluti bisa berkembang pesat dengan akses modal usaha. Selain itu, saat Ramadhan, permintaan kue-kue ini meroket.

Bagi yang akan menekuni bisnis kue kering ini dengan serius, persiapkan segala sesuatunya dengan matang.